Jika Memiliki Guru Pemburu Lomba

Saya adalah seorang guru yang suka berburu lomba. Tak heran jika ketemu dengan teman-teman guru baik tatapmuka langsung maupun melalui Fesbuk selalu saja pertanyaannya tentang info lomba. Seperti pada beberapa hari yang lalu kami chat dengan fesbuk dan memperbincangkan tentang lomba.

Sedikit pertanyaan nyeletuk saya kepadanya,” Jadi guru kok ikut lomba melulu, kapan ngajarnya?. Kasihan dong muridnya ditinggal terus.”

Ya, kami pun sontak diam sejenak memikirkan hal ini. Jujur saja kami sebagai guru perlu meningkatkan kompetensi kami melalui pelatihan-pelatihan dan mengujinya dari berbagai macam lomba guru. Konsekuensi perbuatan tersebut tentu saja  kami harus meninggalkan tugas kami sebagai pengajar di sekolah. Bingung juga, mau ikut lomba tetapi kasihan dengan nasib anak didik, tidak ikut lomba kok sayang melewatkan kesempatan ini.

Hal ini pernah pula saya diskusikan dengan Kepala sekolah saya yang dulu, ia berpendapat guru berprestasi tidak menjamin anak didiknya berprestasi. Seorang guru berprestasi bisa dipastikan sering meninggalkan jam mengajar, akibatnya anak didik diajar oleh guru piket yang notabene hanya diberi tugas mengerjakan tugas tanpa dibahas. Logis juga alasan tersebut, tetapi apakah guru melulu menghabiskan waktunya hanya untuk mengajar saja? Bukankah dengan prestasi yang ia dapat mampu meningkatkan derajat sekolah karena ia membawa nama sekolah dalam setiap laga.

Paling tidak, prestasi guru dalam setiap perlombaan seharusnya dapat berimbas secara langsung kepada anak didik. Misalnya, guru tersebut berprestasi dalam lomba pembuatan multimedia maka kemampuannya itu dapat diterapkan di sekolah dengan pembuatan multimedia bagi anak-anak. Jika guru tersebut berprestasi dalam hal tulis menulis, paling tidak menjadi motovasi siswa untuk melakoni kebiasaan menulis dalam kehidupan mereka. Jika guru menghendaki anak didiknya bisa menulis berarti gurunya pun harus bisa menulis bukan, dan akan lebih mantap jika dibuktikan dengan prestasinya.

3 comments on “Jika Memiliki Guru Pemburu Lomba

  1. Wahh…. saya sendiri adalah pemburu lomba, walau sementara lebih banyak untuk siswa, karena saya baru menjadi guru 2 tahun yang lalu. Menurutku dengan mengikuti lomba guru/ murid akan lebih terpacu untuk berprestasi, bisa mengupdate ilmunya dan bisa mengikuti permintaan “pasar”…. bahkan pengamatan saya, Siswa yang maniak lomba prestasinya lebih tinggi dibanding yang siswa pasif dan selalu bersemangat untuk lomba2 lainnya. Jadi… Kenapa Takut LOMBA????

  2. memang semua itu tergantung hati dan idealisme guru pak. Mungkin dengan “terlalu” mengejar prestasi atas nama pribadi pasti akan merugikan murid. Yang mungkin disaat “ditilapne”, sudah mengharapkan ilmu-ilmu baru dari pengalaman maupun pengetahuan bapak/ibu guru. Namun tidak terpuaskan kedahagaan akan ilmu dan informasi.
    Tapi dilain pihak dengan adanya guru yang berprestasi bisa mengangkat motivasi anak2 untuk ikut berprestasi. Cerita2 baru dari guru yang ‘pengejar” lomba, mungkin akan menjadi cerita-cerita favorit yang dinantikan murid-murid di setiap pertemuan.

    Kalau saya mungkin (jika kesampaian jadi guru) akan memilih posisi di balik layar. Saya akan lebih tersenyum bangga melihat anak-anak saya berprestasi. Daripada ketika saya tersenyum bangga diatas muka-muka polos anak-anak penuh kekecewaan karena ketidak adaan guru favoritnya…
    hehe..

    Just share…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s