Bel istirahat berbunyi, saya menuju ke ruang guru lantai satu ( ruang guru di tempat kami ada 3 ). Ruang guru lantai 1 tersebut disediakan untuk guru kelas 1 dan 2 karena kelas berada di lantai tersebut. Paling banyak guru di kelas rendah ( 1 & 2 ) adalah dari gender wanita. Suasana riuh tetet…toet biasa terdengar di ruang tersebut. Hari itu saya masuk dan suasana benar-benar layaknya pasar tumpah. Ya, ini benar-benar pasar tumpah karena di atas meja tumpah ruah berbagai macam baju yang kuketahui belakangan dijual oleh salah seorang teman.
“Jualan baju nih? guru kok jualan baju bu?” celetuk saya mencandai mereka.
“Guru jualan baju? kenapa tidak?” jawab si empunya dagangan.
Ku ketahui barang tersebut rupanya adalah produk lokal. Saya sarankan kepada temanku itu agar menambah variasi baju dagangannya tersebut dengan baju import. Kebetulan semalam saya cek email yang masuk dan aku mendapatkan informasi tentang baju import model korea, hongkong dan jepang yang modis dan selalu uptodate. Pesan tersebut juga menyertakan link karena model baju import model korea,hongkong dan jepang tersebut dijajakan melalui butik online.
Saya buka link tersebut seperti yang ada di sini. Kulihat katalog produknya,…mmmm….seksi benar para model yang memakai baju tersebut. Kayaknya istriku kalau dibelikan baju tersebut akan bertambah cantik deh…he…he… Namun saat itu saya hanya sempat berpikir, oke juga nih unuk dijual lagi. Bisa jadi referensi kulakan baju import. Pembeliannya aja bisa order secara online. Jadi gak perlu repot-repot pergi ke Hongkong, Korea atau Jepang kalau hanya sekadar buat beli baju karena di Pinkypurple pun menyediakan. Kalau ada yang praktis mengapa mesti repot buat kulakan baju import ya.
Coba deh akan saya bicarakan dengan istri saya soal tawaran baju impor yang kuketahui bernama butik online nya dengan nama pinkypurple yang cute, chic and charming. Ada garansinya juga bila barang yang diterima cacat, jadi 100 % TANPA RESIKO. So, action Now. Guru Jualan Baju, Kenapa Tidak?
yang disebut guru adl mereka yang sudah ngelakoni dulu baru layak ditiru…
jadi, sebelum mendidik anak muridnya ber=entrepreneur, si guru memang kudu mngawalinya dgn mjd ntrepreuner terlebih dulu…
met jualan baju, pak guru…
btw, bolah kredit ga? hehe…
Asal gak jualan pas jam ngajarnya aja Bro. Boleh kredit kok, angusran pertama saat memilih barang, angusran terakhir sesaat sebelum saya meninggalkan tempat. wkwkwkwkwk