Judul tulisan ini saya ambil dari surat pembaca di harian Suara Merdeka tanggal 27 Juni 2010. Tulisan tersebut menyebutkan tentang keluhan Ibu Wahyu Kusuma saat mengikuti lomba guru berprestasi. Ibu Wahyu ini merupakan seorang guru PAUD swasta. Siapa sih yang nggak senang bila mendapatkan sebuah surat tugas sebagai duta sekolah untuk mengikuti ajang lomba guru berprestasi.
Laporan inovasi pembelajaran dan portopolio beliau telah disiapkan meskipun dua permata hatinya merengek menuntut waktu untuk dimanja. Setelah dirasa cukup lalu Ibu ini mengikuti tes tertulis, dilanjutkan wawancara dan terakhir adalah presentasi inovasi pembelajaran. Lama sekali ibu ini menunggu hasil dewan juri……
Eng…ing…eng….Dewan Juri memutuskan Ibu Wahyu didiskualifikasi dengan alasan MASA KERJA DI BAWAH STANDAR. Sedih dirasakan oleh Ibu Wahyu tetapi bukan karena hasil ini karena menang dan kalah itu hal biasa. Ibu Wahyu hanya menyesalkan SETELAH SEKIAN LAMA MENGIKUTI TAHAP DEMI TAHAP TES kenapa baru disampaikan syarat administratifnya belakangan. Andai harapan tidak sesuai dengan kenyataan. apa yang akan kita lakukan?