UN Curang, Tanya Kenapa?

Saya dulu sangat mendukung adanya UN sebagai penentu KELULUSAN untuk mendorong sekolah2 memperbaiki MUTU PEMBELAJARAN di kelas dan agar murid-murid RAJIN BELAJAR … tapi SEKARANG TIDAK!!! Karena KITA BELUM SIAP UNTUK JUJUR!! adalah komentar temanku di dinding halaman facebook-nya.

Pertanyaan saya adalah UJIAN NASIONAL itu untuk prestasi sekolah, negara, atau siswa?

O, jelas untuk prestasi sekolah karena jika anak lulus ujian nasional 100% berarti sekolah tersebt mutunya baik, maka segala cara dilakukan demi memenuhi target kelulusan. Temanku yang saat ini mengajar di suatu tempat (demi nama baik daerah nama tidak saya sebutkan ) mengatakan ujian nasional di daerahnya parah. Beberapa tahun yang lalu guru mengoreksi jawaban secara manual. Jika terjadi kesalahan akan diperbaiki lantas baru lembar jawaban komputer tersebut di scan. Tahun berikutnya lebih parah, pengawas memberikan jawaban yang benar kepada seluruh siswa. Dan yang paling memuakkan semua itu dilakukan atas kesepakatan bersama (kongkalikong). Bisa dipastikan anak-anak yang sekolah di sana lolos 100%. Prestasi sekolah kah?

Negara juga kayaknya merasa gerah jika dikatakan sistem pendidikan di Indonesia masih rendah. Birokrat pendidikan lantas memutar otak agar dunia terbelalak matanya dengan mengadakan ujian nasional. Tahun demi tahun batas minimal terus mengalami kenaikan harga laksana harga BBM. Akhirnya, sekolah (kebanyakan negeri) sebagai pelaksana  di lapangan hanya bisa berkata,”sendhiko dhawuh, ujian akan kami laksanakan”. Akibatnya, siswa juga yang keteteran.

Siswa mau nggak mau sebagai korban harus melaksanakan ujian nasional,kenapa? ” karena itu perintah bapak/ibu guru”. Dalih untuk membahagiakan keluarga atau tak mau mengecewakan orangtua mereka pun rela berbuat apa saja demi mendapatkan nilai kelulusan yang optimal, tak jarang dengan sedikit kecurangan. Ya, satu stress semua ikut merasakan stress. Jika stress maka tindakan yang tak wajar pun dilakukan. Ujian Nasional curang, Tanya Kenapa?

By estu pitarto Posted in CURHAT

2 comments on “UN Curang, Tanya Kenapa?

  1. Memang kondisinya seperti itu pak/mas/om… Keberadaan UN akhirnya membuat siswa jadi stress dan sekolah hanya berorientasi pada UN saja. Teringat 3 tahun lalu saat saya masih SMA. Hampir 4 Bulan di semester akhir kelas 3 hanya digunakan untuk menyiapkan UN saja. Materi terbengkalai dan dapatnya cuma kemampuan untuk mengerjakan kisi-kisi soal UN aja… hehe…

    Menurut ayah saya (guru), terkadang penilaian masyarakat dan atasan bahwa sekolah yang lolos 100% itu adalah sekolah yang baik, juga menjadi faktor yang membuat sekolah mengupayakan segala cara untuk meluluskan siswa.
    Tapi saya bersyukur, terhindar dari tindakan yang curang pada waktu UN.

    Jadi yang perlu dirubah, bila UN akan tetap lanjut adalah mindset masyarakat tentang keberhasilan sekolah meluluskan siswa. Sehingga sekolah2 fokus untuk melakukan pembelajaran yang baik. Tentang hasil UN, itu 100% depend on kemampuan siswa…
    Itu pendapat saya…

    Kalau saya bisa kasih solusi, UN dilaksanakan dengan kerjasama dengan Universitas2 di Indonesia. Jadi pengawasan bisa lebih ketat, dan hasilnya bisa digunakan tolok ukur universiatas dalam menjaring mahasiswa baru. Soalnya selama ini, kelihatannya UN tidak begitu berguna di perguruan tinggi. Hanya sekedar syarat lolos saja…
    terimakasih…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s