Selama ini kita mengenal Kartini sebagai pejuang pergerakan wanita. Surat-suratnya yang dibukukan oleh J.H Abendanon melejitkan kiprahnya dalam perjuangan. Sepak terjang dan pemikirannya inilah kemudian menjadikan Kartini sebagai tokoh pejuang emansipasi wanita dalam sejarah kebangsaan Indonesia.
Menyebut Kartini sebagai tokoh gerakan emansipasi wanita tentu sebuah penyimpangan dari arah perjuangan Kartini. Hal ini bisa kita telisik secara historis perjuangan beliau. Kumpulan surat Kartini yang diberi judul “Door Duisternis tot Licht: Gedachten Over en Voor Het Javaansche Volk van Raden Ajeng Kartini: (Habis gelap terbitlah terang : pemikiran tentang dan untuk orang-orang Jawa dari Raden Ajeng Kartini) menunjukkan bukti beberapa pemikirannya tentang perjuangan. Tampak bahwa surat-surat yang dituliskannya kepada sahabatnya di Belanda bukan saja tentang pemberontakannya terhadap feodalisme yang mengekangnya tetapi juga bertitiktolak pada nasionalisme jauh hari sebelum tulisan-tulisan Bung Karno dan Bung Hatta ada. Inti dari tulisan-tulisannya adalah ingin membebaskan bangsa ini dari kegelapan yang menyelimuti. Pembebasan ini meliputi semua kompnen baik wanita maupun rakyat secara utuh. Jika saja Kartini benar-benar memperjuangkan kaum wanita, mengapa beasiswa belajar di luar negeri yang harus dia terima justru diberikan kepada pemuda dari tanah Sumatra, Agus Salim? Mengapa dia tak mau menjebol tembok yang mengurungnya? Mengapa pula dia harus pasrah ketika harus menikah dengan lelaki beristri?
Kartini telah kalah bahkan mati muda. Kartini memang menjadi korban ketidaksetaraan gender. Kartini memang menjadi bagian dari praktek poligami dan feodalisme. Kartini memang cuma sekedar menjadi pemikir yang penulis bukan pembuat aksi.Namun demikian kita harus akui bahwa Kartini merupakan pionir wanita dalam pergerakan nasional. Kartini merupakan pemikir perjuangan modern saat itu. Kartini menjadi inspirasi bagi embrio gerakan feminisme di Indonesia. Jadi jika kita ingin memiliki pahlawan pejuang feminisme, pilihlah pejuang wanita yang sukses di bidang yang biasa dilakukan lelaki. Dewi Sartika sukses menjadi pengusaha, sukses menjadi pendidik.
ENGLISH
FRENCH





