Shalat Tarawih 1 (sejarah )

AACAstaghfirullah, maafkan aku ya Allah karena di setiap bulan ramadhan aku jarang melaksanakan shalat tarawih. Bukannya aku tak mau taat dengan perintah-Mu dan Rasul-Mu, namun itu karena hatiku berontak. Aku berontak karena ada sebuah pertanyaan yang belum terjawab. Aku nggak mau melakukan sesuatu jika aku belum memiliki ilmu tentang hal tersebut.

Ya Allah, aku hanya resah pada perkembangan shalat tarawih selama ini. Ada seorang yang malu dengan tetangganya karena tidak shalat tarawih berjamaah di masjid. Para tetangga itu memperoloknya. Akhirnya ia berangkat pula ke masjid karena tak mau terus menerus diledek oleh para tetangganya. Ya Allah, ini jadi PR bagiku. Aku berontak……

Bukankah shalat tarawih adalah shalat sunah. Sedangkan shalat sunah bersifat individu (kecuali shalat Hari Raya), Tetapi mengapa dilakukan bersama-sama?.

Thank’s to You Ya Allah,…..

Minggu kemarin aku mendapatkan jawabannya dari halaqah kami bersama UJO. Beliau menjelaskan bahwa…..

Sejarah shalat tarawih itu dimulai dari zaman nabi Muhammad saw. Saat itu beliau melakukannya sendirian di masjid. Para sahabat melihat hal ini lantas ikut shalat di belakang beliau.  Satu hari, Dua hari jamaah bertambah banyak. Pun di hari yang ketiga. Hari yang keempat, seluruh jamaah memenuhi masjid. Shalat belum dimulai karena menunggu imam mereka, Rasulullah. Sosok idaman yang ditunggu tersebut rupanya tiadk datang pada malam hari itu.

Keesokan paginya para sahabat mendatangi Rasul. “Hai Rasul, mengapa semalam engkau tak datang mengimami kami?”

Jawab Rasul,”Aku takut jika hambaku akan mewajibkan shalat tersebut di kemudian hari”.

Praktis Rasul melakukan shalat tarawih di masjid 3 hari.

Ketika zaman kekhalifahan Umar Bin Khatab, shalat tarawih ini lantas diumumkan untuk dilakukan secara bersama-sama. Hingga kini.

About these ads

13 Komentar on “Shalat Tarawih 1 (sejarah )”

  1. erwan mahmudi mengatakan:

    Saya menyimpulkan , asal shalat taraweh adalah shalat malam yang nabi rutin mengerjakan di dalam atau diluar Ramadhan demikian pula sahabat termasuk Umar. dan yang mensosialisasikan shalat taraweh adalah sahabat Umar.

  2. Karim mengatakan:

    sejarah kok ga ada tahunnya

  3. ae-dhit mengatakan:

    masa cuma itusich sejaranya shalat tarawih?

  4. ae-dhit mengatakan:

    bisa di tambah ga’ sejarahnya yang lebih lengkap?

  5. mochammad wahyudi mengatakan:

    sholat tarawih berbeda dengan sholatul lail,, sholat tarawih hanya di khususkan pd bulan suci Romadhon

  6. achmad kincir mengatakan:

    sbnr’a shalat tarawih prtama kali d’ajarkn siapa sih dan brpa rakaat ????

  7. Arisn si boy mengatakan:

    yg pasti, taraweh boleh sendiri dirumah, maupun berjamaah di masjid. Alasa mengapa rasul tidak lagi sholat taraweh sudah dijelas di atas bahwa supaya umatnya tdk mengaggap wajib dikemudian hari saja. padahal itu adalah sholat sunnat. :)

  8. mahacalaunhalu2008 mengatakan:

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
    Allahumma shalli ala muhammad wa aali muhammad

    shalat taraweh termasuk shalat qiyamul lail, yang dikerjakan setelah shalat isya,mengenai jumlah rakaatnya, berbagai ulama mazhab telah menentukan, bahkan ulama kontemporer berihjtihad dalam batasan rakaatnya, tetapi satu hal yang tidak kitaketahui, bahwa sebenarnya shalat taraweh ini tidak dilakukan pada zaman rasulullah dan khalifah abu bakar, tetapi telah dihimpun daalm satu jamaah pada saman khalifah umar. bagi siapa yang meneliti hadist tentang shalat taraweh, maka akan menunjuk satu kesimpulan bahwa dia diadakan pada zaman umar menjadi khalifah, dan disahkan sebagai bid,ah khasanah(yang baik)…

    Dalam mazhab dan ketentuan fiqih imam Ja”far as shadiq, maka kaidah tentang shalat taraweh tidak akan pernah kita jumpai, karena dari dalil dan hadist2 dari imam ahlul bait tidakl menemukannya. tetapi dihimpun dalam shalat lail, tidak dilakukan dalam satu kumpulan jamaah dengan satu imam, tetapi dilakukan sendiri,baik itu dimasji2 jami, ataupun dirumah. tanpa batasan rakaat, karena ketentuan rasionalitas menekankan bahwa shalat sunnah ,yang dilakukan dalam ramadhan semakin banyak semakin baik dalam upaya pendekatan dan taqarrub kepada allah swt.

    Dengan kedangkalan ilmu saya, mohon maaf bila argumentasi saya salah.
    sekarang dan kedepan kepastian tentang taraweh ada pada diri anda,

  9. Uki mengatakan:

    Agar tidak kacau, coba sementara jgn pake istilah TARAWEH, sebenarnya QIYAMULLAILI, sholat malam (tahajjud). Pada bulan biasa, qiyamul lail dikerjakan setelah tidur setelah sholat Isya, pada bulan romadlon qiyamul lail ini bisa dilakukan langsung setelah sholay Isya tanpa tidur lebih dulu. Setelah Rosulullah wafat, pada masa kholifah. mereka melakukan qiyamul lail dalam jumlah rokaat yang banyak, tiap dua rokaat salam, dan setiap dua kali salam mereka duduk berdzikir atau duduk santai, ini dilakukan sampau larut malam. Duduk santai setelah dua kali salam itulah dikenal dgn istilah TARAWEH. Jadi cuma istilahnya sholat taraweh, JANGAN BERNIAT SHOLAT TARAWEH, Trima kasih

  10. wafi mengatakan:

    Rosul menjumpai bulan Ramadan dlm hidupnya sebanyak kira-kira 13 kali, setelah ada perintah sholat saat Isro’ mi’roj ketika nabi berumur 51 th, dr sejarah diatas kayaknya Rosul baru tarweh pd waktu Ramadan yg terakhir sblm beliau wafat umur 65 th. artinya bahwa Ramadan 1 sampai yg ke-12 beliau tdk melaksanakan sholat malam/ tarweh. Yg perlu dipertanyakan lagi adalah dmn posisi para sahabat ketika Ramadan 1-12 saat Rosul masih hidup ??? (mohon bimbingan bila pendapat sy salah)


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.