30 Agustus 2008 lalu aku mengikuti lomba membuat alat peraga yang diselenggarakan oleh Dinas Kota Semarang. Lomba antar guru SD tersebut diselenggarakan dengan berbagai kategori sesuai mapel yang diajarkan. Aku masuk dalam kategori IPS (karena udah dijatah ikutnya IPS he…he….).
alat peraga yang aku buat berbentuk permainan. Dasar pemikirannya ialah karena anak-anak suka bermain. Alat permainan yang aku buat aku beri nama QUANTUM UBUD (Loncatan Ular Tanga Budaya). Nama ini kupilih sesuai dengan cara kerja dan jenis permainannya. Aturan permainan ini sama seperti permainan ular tangga. Hanya saja aku modifikasi dengan menghilangkan gambar ular dan tangga. Gambar ular aku ganti dengan tanda ! (seru) dan tangga dengan tanda ? (tanya). Jika anak-anak sampai pada petak bertanda ! atau ?, maka dia harus mengambil kartu bertanda ! atau ?. Di dalam kartu tersebut terdapat pertanyaan-pertanyaan seputar tema permainan (keanekaragaman budaya). Pemain yang bisa menebak pertanyaan atau memperagakan sesuatu di dalam kartu bertanda ?, maka ia memperoleh poin sesuai kartu dan dapat maju ke petak selanjutnya sesuai yang tertera di kartu tersebut. Namunjika tidak bisa berarti ia tidak dapat melanjytkan perjalanan / tidak dapat bonus tambah petak. Bilamana pemain mendapat kartu bertanda ! berarti ia harus melaksanakan sesuai perintahnya. Apabila pemain tersebut tidak bisa berarti ia harus mundur beberapa petak sesuai ketentuan yang tertera di kartu yang ia dapatkan.
Akhir permainan
Permainan berakhir ketika ada salahsatu pemain yang telah mencapai petak teratas (100). Pemenang ditentukanberdasarkan perhitungan poin yang d dapat. Poin kartu + Angka pada petak terakhir.
contoh:
Tasban berhasil mencapai finish erlebih dahulu, namun selama perjalanan ia tidak mengumpulkan poin dari kartu. Berarti poin Tasban 100
Estu hanya sampai petak 50 ketika Tasban telah finish terlebih dahulu, namun Estu berhasil menjawab 5 pertanyaan dalam kartu yang bernilai masing-masing 100. Jadi nilai yang didapatka Estu ialah, 50 + 500 =550. Dengan demikian pemenangnya adalah Estu.
Oleh karena itu, semakin banyak berkutat di papan permainan, peluang menang semakin besar. Peluang menghafalkan gambar-gambar tiap petak semakin lama.
Keunggulan permainan
Permainan ini biasa-biasa saja, tetapi aku memodifikasinya dengan mengadopsi semua ranah yang ditawarkan oleh Bloom. Harapannya, melalui permainan ini seluruh potensi anak dari ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik berkembang.
sstt…aku berhasil mendapat Juara III lho.