Telaah Buku Yuk!

Tidak salah jika sebagian orang mengatakan bahwa buku adalah jembatan ilmu pengetahuan. Di dalamnya terangkum sisi dunia dalam secarik kertas. Buku memiliki peran penting dalam pembelajaran. Buku harus benar-benar menumbuhkan kemampuan intelektual guru dan siswa bukan membodohkan. Mengingat betapa penting peran buku tersebut, kiranya perlu langkah yang tepat terhadap pemilihan buku teks ajar yakni dengan telaah. Telaah kelayakan buku terdiri dari tiga kriteria utama; isi, gaya penyajian, dan kemasan.

Kriteria pertama isi. Pedoman dasar untuk menentukan kelayakan isi buku adalah kesesuaiannya dengan kompetensi dasar yang tertuang dalam kurikulum. Bahan materi yang dikembangkan memungkinkan bagi peserta didik untuk merangsang kreativitas dan inspiratif. Kedekatan pada dunia peserta didik juga merupakan hal yang patut ditelaah. Dan yang tak paling penting adalah tidak mengandung kesalahan logika, konsep, prinsip dan paradigma keilmuan serta tidak mengundang konflik terhadap nilai keagamaan, kebangsaan dan universal.

Kriteria kedua gaya penyajian. Cara buku tersebut mengkomunikasikan isi kepada peserta didik perlu mendapat perhatian. Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam penentuan gaya penyajian ini. Pertama, Kesederhanaan bahasa dan komunikatif serta mudah dipahami sesuai taraf perkembangan anak. Kedua, penyajian yang runut dengan ilustrasi untuk memperjelas gagasan. Ketiga, bentuk tulisan, tata letak serta pewarnaan yang tidak membosankan turut mendukung penampilan buku.

Kriteria terakhir yakni kemasan. Bagaimanapun kemasan yang menarik akan menimbulkan gairah pertama seseorang sebelum menilik isinya. Pertama, dimensi buku yang memudahkan peserta didik membawa. Kedua, cover dan jilidan yang cukup kuat sehingga memungkinkan buku dapat berusia panjang. Terlebih jika buku akan dipakai dalam jangka waktu setahun.

Dengan demikian, sekolah tak akan terjerumus oleh iming-iming para penjual buku. Bonus berupa komisi 40% dari penjualan buku kepada siswa, sponsor tetap kegiatan sekolah, jaket, kaos, uang saku piknik guru hingga pesawat TV menjadi hembusan angin surga bagi guru. Ada udang dibalik gimbal, ada maksud tersembunyi. Menjadi konsekwensi logis jika para penerbit menuntut agar buku mereka dipakai setelah beberapa bonus diberikan. Pertaruhan moral menjadi dilema. Guru dihadapkan pada pilihan menjadi guru idealis atau guru komersil. Paling tidak permasalahannya ada pada urutan kerja. Bolehlah guru tersebut menerima bonus dari penerbit sebagai rasa terimakasih. Tentu saja kesepakatan dapat dilakukan setelah guru melalui proses telaah kelayakan buku. Bagaimana menurut anda? Mau menjadi guru idealis , guru komersil atau guru kritis?.

By estu pitarto Posted in CIPTA

3 comments on “Telaah Buku Yuk!

  1. @hasanudin, jujur saya tidak puya daftar pustakanya. Maaf saat ini saya belum bisa memberikannya. SEDANG DISUSUN (maklum filenya kena virus…he…he…)

    @M shodiq Mustika, Maaf komennya saya edit biar nampak manis di baca. But ngak mengurangi isi komennya kok. Thank’s informasinya, Insya Allah saya ikutan. Buat teman-teman, ikutan juga yuk

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s