Guru Idealis VS Guru Kapitalis

Tahun ajaran baru segera tiba. Segudang kebutuhan mulai bergelayut di awang-awang. Seragam baru, buku baru, semua serba baru. Berrkaitan dengan itu pula di sekolah kami beberapa hari ini banyak tamu keluar masuk ruang kepala sekolah. Mereka adalah duta dari penerbit buku pelajaran. Misi mereka adalah menawarkan buku dari bos mereka agar dipakai oleh 800 siswa di sekolah ini.

Kata-kata pemikat keluar dengan seribu janji. Donatur tetap tiap kegiatan sekolah, uang saku piknik guru, kaos, jaket, ngopi bareng dan seabreg janji lainnya. Bagi kami sebagai guru yang memiliki gaji pas-pasan, tawaran tersebut sangat memikat hati dan melambungkan angan kami. Semua itu pastilah ada udang di balik tahu gimbal. Ada maksud tersembunyi dari itu semua. Mereka akan memberikan apa yang telah mereka janjikan jika buku mereka dipakai oleh siswa. minimal 10 kelas dengan berbagai bidang pelajaran.

“Iya, kita terima saja. Tokh, buku pelajaran sama saja khan isinya. Kita tinggal mengembangkannya. Lagi pula kita juga butuh itu semua. Apalagi atasan kian hari kian menekan pendapatan tambahan kita” kata beberapa guru komersial

“Sorry, kami tidak akan menggadaikan pendidikan ini untuk hal yang sepele. Kita perlu menelaah kelaikan buku mereka. Masa depan anak didik kita ada di tangan kita. Jangan sembarangan kita bertindak. Kita memang butuh, tapi yakinlah masih banyak jalan menambah rezeki” kata rekan guru yang idealis.

“Kalau saya tidak, menurut kami kita telaah dulu buku tersebut. Kita buat perjanjian dengan mereka. Jika buku mereka kami pakai setelah proses telaah, mau tidak mereka berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sekolah. Jadi urutan kerjanya kita telaah dulu. Setelah kita dapat hasilnya, kita ingatkan mereka akan janji yang telah disepakati. Kita nggak munafik kalau kita butuh fasilitas tambahan, tapi anak didik juga harus kita perhatikan.”Kata guru kritis menengahi.

Bagaimana menurut anda?

3 comments on “Guru Idealis VS Guru Kapitalis

  1. Pendidikan adalah hak dasar setiap anak manusia
    kaya atau miskin.
    penjaminannya adalah kewajiban negara

    masyarakat sudah lama rindu pendidikan murah
    Sayang yang sadar cuma calon kepala daerah yang lagi kampanye,

  2. uraikan & tabur “isi-isu” jadi uneg-uneg rakyat awam persoalan merasakan akibatnya
    sekalian tebar “kabar” ini kesemuanya kali ada bisa menerima atau malah sebaliknya
    agar tidak slalu “kabur” kanginan bagai angin kentut terasa bau susah asal muasal dan slalu main tunjuk pabila dirunut…

    agar tak selalu kena semprot gebyah uyah podho asine/generalisir, ternyata ada dua grup di dalam sekolahan antara kelompok kapitalis masih ada guru yang idealis
    jadi masih ada harapan untuk perbaikan kualitas pendidikan di republik ini, ditengah
    pupus harapan, karena lagi musimnya kapitalis, masih ada sisa-sisa guru-guru idealis

    mari dilakukan pembibitan guru idealis, lewat ajang ini…. semoga demi perbaikan pendidikan masa depan
    matur nuwun
    haliratnanto

  3. hidup itu memang harus idial tetapi bukan idialis. Guru yang ideal menurut saya diantaranya adalah guru yang memang dari dalam hati nuraninya benar - benar untuk mengamalkan ilmunya dan bermanfaat buat semua sesuai dengan ajaran Islam, yang kebetulan saya

    hidup itu memang harus idial tetapi bukan idialis. Guru yang ideal menurut saya diantaranya adalah guru yang memang dari dalam hati nuraninya benar – benar untuk mengamalkan ilmunya dan bermanfaat buat semua sesuai dengan ajaran Islam, yang kebetulan saya beragama Islam, orientasinya bukan hanya jangka pendek tetpi juga jangka panjang, guru ideil juga bukan hanaya cerdas secara intelektual tetapi juga emosional, tidak berubah niat dari awal walaupun banyak diantara guru yang sedang memperubutkan haknya, contoh serifikasi guru, dll. dan masih banyak lagi seabreg – abreg syarat guru idealis,semoga niat kita sebagai profesi guru yang idei yang sudah ditakdirkan oleh Allah sebagai amanah tidak luntur dengan pujian, riwed dan lain sebagainya amin!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s