eko supri haryadi | Juli 12, 2006 at 1:50 am
Risih, sekaligus prihatin membaca keluhan Bapak Eko tersebut. Keluhan serupa pernah disampaikan oleh salah satu orangtua muridku yang memiliki anak autis. Ketika itu anaknya telah menempuh hingga kelas IV. Pesimis dan pesimis, tiada kata yang terucap tatkala bersua dengan saya. Bahkan beliau merencanakan akan memindahkan anaknya di sebuah SD Negeri. Usut punya usut ternyata pernah ibu tersebut berdialog dengan pakar psikologi anak paling terkenal di kotaku saat seminar parenting di sekolah. beliau menanyakan perihal perkembangan belajar anaknya yang autis di sekolahnya. Bagaikan disambar geledek di siang hari terus jatuh keselokan, selokannya bau lagi ketika mendengar jawaban sang dokter,” Anak ibu tidak cocok dimasukkan di sekolah ini yang memiliki kemampuan otak rata-rata siswanya menengah ke atas.”
Saya katakan kepadanya, apakah dengan memindahkan anaknya di SD Negeri maka akan mendapatkan perlakuan dan perhatian lebih? Karena anak autis memiliki kecenderungan asyik dengan dunianya sendiri. Perasaan tidak mau diganggu oleh orang lain. Marah jika keasyikannya terusik oleh ocehan dan tangan-tangan jahil temannya. Tak heran jika duduknya lebih meilih sendiri daripada bersama berdua dengan teman.
Anak autis adalah pribadi yang unik. Ketelatenan dan kesabaran mengungkap kemampuan optimalnya sangat diperlukan untuk menghadapi anak tersebut. Kalau perlu ada guru pendamping yang memang khusus memantau belajarnya di kelas.
Selama ini aku lihat, anak ini mau mengikuti pelajaran ketika aku berada di sampingnya. namun ketika aku berjalan melihat anak yang lainnya, dia kembali asyik dengan dunianya. Gak mungkin khan jika aku terus menerus duduk disampingnya sedangkan disisi lain banyak anak yang membutuhkan perhatianku. (bersambung)
REFERENSI: KLIK DI SINI UNTUK TAHU LEBIH DALAM TENTANG ANAK AUTIS
Pak jangan sedih ya, anak saya dulunya autis,namun sekarang sudah sembuh karena terapi alternatif..sangat efektif dan efisien.saat ini ia duduk di kelas 3..bukan sekolah khusus. Mungkin bapak ingin berbagi di 0274-6520969.salam peduli autis