Guru harus caper alias cari perhatian.
Ya, cari perhatian di depan murid-muridnya, tetapi bukan untuk narsisisme semata. Cari perhatian agar murid tertarik pada apa yang akan kita sampaikan. Jangan sampai kita masuk tiba-tiba saja to the point pada materi yang akan diajarkan. Bisa-bisa siswa merasa gak semangat, salah pengertian dan merasa bosan apalagi pas pelajaran terakhir.
Pada minggu ini materi PKN yang akan diberikan adalah tentang ORGANISASI. Berikut yang saya lakukan untuk CAPER dengan metode TANDUR.
Setelah berdoa, tiga anak ini menjadi sukarelawan untuk bermain cengkiran. Permainan yang biasa mereka lakukan di halaman. Permainan ini dilakukan dengan cara menyilangkan / mengabungkan salah satu kaki mereka bertiga lalu berputar sambil menyanyikan lagu “RUJAK CENGKIR”. Ada siswa nyeletuk ” Pelajaran PKN kok malah mainan tho Pak?” Rasa penasaran mulai menghinggapi mereka. Saya jawab” Ikuti saja pelajaran ini maka kalian akan tahu”.
Waktu untuk menumbuhkan rasa penasaran mereka cukup 5 menit. Setelah itu anak-anak aku instruksikan untuk membentuk kelompok. 6 kelompok terbentuk dan aku mulai tahap TANDUR kedua yaitu ALAMI.
Sebuah bola pingpong serta empat utas tali kuberikan pada masing-masing kelompok. Misi mereka adalah mengangkat bola tanpa menyentuh dengan tali yang diberikan. Kerjakan dengan bekerjasama.
Antusiasme mereka terhadap permainan menjadikan aku guru paling bahagia. Juara permainan telah didapatkan. Anak-anak aku ajak untuk berdiskusi.
Masuklah aku dalam tahap ketiga TANDUR yakni NAMAI.
Seenarnya aku ingin mereka mencari pengertian ORGANISASI. Aku kataka kepada mereka bahwa apa yang mereka lakukan adalah salahsatu wujud dari ORGANISASI. Serempak mereka menjawab, “OOO…..Materinya tentang ORGANISASI tho”.
Aku fasilitasi mereka untuk mencari arti ORGANISASI berdasarkan apa yang mereka lakukan dalam permainan. Diskusi menghasilkan pengertian dari ORGANISASI. Pengertian ini berasal dari olah pikir mereka bukan aku diktekan.
Enaknya jadi guru. Kerjanya hanya mengarahkan saja…