TANDUR singkatan dari TUMBUHKAN, ALAMI, NAMAI, DEMONSTRASIKAN, ULANGI, RAYAKAN. Konsep ini aku ambil dari buku Quantum Teaching. Prinsip yang diusung oleh TANDUR adalah Learning to Do.
Konsep ini akan membawa anak kepada pengalaman mereka dalam menemukan konsep-konsep. Anak-anak menemukan sendiri sehingga akan lebih membekas dalam benak mereka.
TUMBUHKAN
Bagaimana saya dapat menarik minat mereka?.
Munculkan sesuatu yang dapat menjawah “AMBAK” ?
Buat mereka bergumam “Saya Tertarik dengan materi kali ini”.
ALAMI
Apa yang harus mereka LAKUKAN agar mereka mengerti ?
Buat mereka penasaran sehingga mereka akan berpikir “saya ingin tahu apa yang terjadi selanjutnya”?
NAMAI
Setelah mereka mengalami maka antar siswa untuk berteriak:
“AHA”,
“OH, TERNYATA INI MAKSUDNYA”
“O, JEBULE IKI THO”
“OH, SAYA MENGERTI”
DEMONSTRASIKAN
Bagaimana agar mereka bisa MENUNJUKKAN apa yang mereka ketahui? “LIHAT INI”
ULANGI
Bagaimana cara siswa MEMATRIKANNYA dalam ingatan mereka, sehingga mereka akan berlomba menjawab pertanyaan kita dengan “SAYA TAHU,SAYA TAHU!” sambil menunjukkan jarinya.
RAYAKAN
Bagaimana agar setiap ORANG dan setiap USAHA diakui?
BILA PATUT DIPELAJARI MAKA PATUT PULA DIRAYAKAN
klo pembelajaran dengan TANDUR untuk materi persamaan garis lurus (SMP kelas 8) bagaimana? Tolong dijelaskan. Terima kasih
Tolong dibalas secepatnya…
@Desty. Jujur aja sy belum mengenal tentang persamaan garis lurus, mungkin anda yang lebih tahu karena memang di bidang itu.
Pada prinsipnya, TANDUR adalah metode untuk menghantarkan siswa memahami konsep. Harapan dari metode TANDUR ini adalah anak mendapatkan konsep yang jelas melalui kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan (bukan hafalan). Mereka juga dapat memahami manfaat yang bisa mereka terapkan dalam kehidupan nyata dari materi tersebut. Nah, tergantung seberapa kreatifnya kita sebagai guru untuk meramu materi tersebut sehingga menyenangkan dan memberdayakan. Semoga nggak menggurui ya
kalo metode tandur dipakai dalam pembelajaran bahaga jepang kira-kira bagaimana?apa cocok?balas yah buat skripsi
sekali lagi, prinsip TANDUR adalah Learning to Do. Jika mau diterapkan dalam pembelajaran bahasa, ya itu tadi, learning to do. Jika bukan sebuah konsep dasar maka tak harus urut kok. Alternatif aja sih, pertama:
Tumbuhkan. Tumbuhkan minat kepada siswa kenapa mereka harus menguasai bahasa Jepang? misalnya saja biar nggak dibodohi Jepang kalo ntar menjajah Indonesia lagi
Alami. Ajak siswa mengalami sendiri dengan latihan menggunakan bahasa Jepang.
Namai. Kalo emang tahapan ini gak bisa kita terapkan, ya…lewati aja.
Demonstrasikan. Ajak kembali siswa menggunakan bahasa Jepang. misalnya saja melalui pentas drama, membaca berita, dll
Ulangi. ya…ulangi lagi
Rayakan. Harus dong. Masak udah capek2 berusaha komentarnya …”Ahm jelek!”. Beri penghargaan, beasiswa ke Jepang ato VCD Naruto berbahasa Jepang dll.
Hanya alternatif saja lho. Silahkan kembangkan sesuai kreatifitas Fica
untuk pelajaran sistem pencernaan pada manusia, bagaimana TANDUR diterapkan?
Buka aja isi perut Katak untuk demonstrasinya.
ADA ga buku yang membahas tuntas tentang tandur ni?? soalnya aku mau menganakat metode ini sebagai judul skripsi
Buku tentang TANDUR ada di buku Quantum Teaching. Cari aja di toko buku judulnya Quantum Teaching
Kala punya info hasil PTK dg TANDUR tolong dong bagi-bagi informasi. saya sangat perlu untuk bikin PTK yang berkaitan dg quantum teaching. Thanks.
CUKUP mENARIK PTK tentang quantum teaching. But, quantum teaching yang seperti apa nih?
Kalau diterapkan pada materi Trigometri itu gimana.???
sudahkah diujicoba metode ini, kalau sudah bagaiamana out put yang dihasilkan setelahnya