Sebut saja namanya Bagong. Saat dia menduduki jabatan terhormat di jajaran yayasan Akademik Epidemik sebagai number wan unit Praja Dasar berbagai perubahan yang revolusioner dilakukannya. Kedisiplinan meningkat di level top up hingga anak buahnya mengkeret begitu mendengar ada supervisi. Keloyalan karyawan terhadap yayasan mulai diutak-atik hingga muncul peraturan apabila ada karyawan yang ketahuan mendaftar sebagai PNS (Pegawai Ngeri Sekali gajinya) di kerajaan Amarta to the point langsung diberikan SP (surat pemecatan). Telik sandi ( mata-mata /spy) disebar untuk menyelidiki pegawai yang mendaftar saat gencar-gencarnya pendaftaran PNS layaknya James Bond. Usahanya tak sia-sia, tokh nyatanya banyak pegawai yang kedapatan mendaftar sebagai PNS lantas diberi SP. Tak banyak yang tahu siapa dan di mana serta bagaimana cara kerja telik sandi yang ditunjuk. Kabar yang terdengar yakni telik sandi ini berasal dari dalam anggota Paguyuban Kesetiaan Bagong. Tak ayal lagi bila dikemudian hari muncul prasangka-prasangka negatif terhadap teman sejawat. Ketika kerajaan Amarta memberlakukan sistem pegawai kontrak, maka agar tak dibilang kuper / nggak gaul, Bagong ikut-ikutan mengadopsi sistem kontrak bagi pegawainya. Gayung bersambut.Kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh Bagong ini oleh yayasan Akademik Epidemik ternyata diterima dengan tangan terbuka. Asal kebijakan ini menguntungkan bagi keuangan yayasan, sah-sah saja untuk diberlakukan.
Waktu berlalu begitu cepat secepat karir Bagong saat ini. Kesuksesannya membawa pengaruh yang menguntungkan bagi yayasan. Cinta tak bertepuk sebelah tangan. Atas jasanya, pangkat Bagong naik ke level dua tingkat. Bagong kini menjadi number wan unit Praja Menegah Atas. Sisa-sisa kebijakan yang dirasakan sangat menjerat leher kini tinggal jejak tak bertepi di unit Praja Dasar. Track record Bagong telah dicatat rapi oleh yayasan. Sepak terjang Bagong di PMA pun tak jauh beda dengan sepak terjangnya di unit PD bahkan lebih garang. Legitimasi dan wewenang penuh yang diberikan yayasan kepadanya merupakan senjata ampuh untuk melanggar kedaulatan dalam negeri unit lain.
Mengapa Bagong melakukan ini semua?. Jelas ada sesuatu yang ingin dia raih lebih jauh dari apa yang kini dia dapat. Bagong menginginkan dirinya berada sejajar dalam tubuh yayasan Akademik Epidemik yang nota bene dibangun di atas dasar dinasti keluarga dengan trah yang jelas. Rupanya yayasan pun memiliki telik sandi. Berdasarkan laporan yang aktual, tajam dan terpercaya dari telik sandi, yayasan mengetahui apa yang diangan-angankan si Bagong. Pelan-pelan Bagong diberikan suntikan yang membius otak bawah sadarnya. Suntikan yang memiliki efek mematikan secara perlahan sehingga menyadarkan Bagong bahwa ambisinya tidak mungkin terlaksana ibarat bagaikan pungguk merindukan bulan. Bagong bukan bagian dari dinasti. Bagong bukan dari trah murni golongan bangsawan yayasan Akademik Epidemik. Coba saja jika dulu Bagong tidak menolak lamaran Sang Empunya yayasan untuk dikawinkan dengan putrinya yang ketujuh.
Bagong menyadari bahwa sekarang tiada lagi yang bisa diperas dari dirinya oleh yayasan. Habis manis sepah dibuang ( Benar tho, coba saja kalau sepahnya juga ditelan pasti klolodhen ). Pelan tapi pasti Bagong mulai melirik kesana-kesini, membaca pintu peluang untuk dimasuki.Berbekal mulut manis tak berbisa, Bagong berhasil mendapatkan informasi bahwa di negeri seberang telah dibuka penerimaan PNS. Virus perlawanan Bagong mulai ditularkan kepada eks-pegawainya di unit PD untuk mengikuti jejaknya. Sebut saja namanya Abimanyu. Iming-iming bahwa Abimanyu pasti akan diterima membuatnya bersemangat untuk hengkang dari dunia Epidemik. Diam-diam Bagong ikut mendaftar sebagai PNS. Keberuntungan berpihak kepada Bagong. Sebuah keputusan tepat dengan waktu yang tepat pula karena Bagong diterima sebagai PNS. Lho??!! Sedangkan Abimanyu hanya termangu ketika dirinya tidak lolos. Gigit jari karena tak dapat lagi memberi makan anak istri. Uang pesangonpun hanyalah mimpi.
Duh, Bagong. Ludah yang kau keluarkan kini kau jilat kembali. Kau inginkan peperangan terjadi tapi ketika berhadapan kau lari. SENGKUNI!!.
Rekan netter, apakah seorang Bagong terdapat pula dalam lingkungan kerja Sobat?. Seandainya Sobat adalah pihak yang tertindas karena hasil karya bagong, sedangkan Bagong melenggang kangkung begitu saja tanpa rasa bersalah telah melanggar hasil karyanya, apa yang sobat lakukan?