Orangtua Broken, Anaknya…..

Sabtu, 19 Januari 2008 di sekolah mengadakan penyerahan laporan hasil belajar siswa. Kesempatan ini digunakan oleh orangtua murid bertemu dengan guru/wali kelas. Seperti pada umumnya, orangtua menanyakan perihal perkembangan belajar anaknya. Keberhasilan belajar adalah bila sang anak terjadi perubahan perilaku dari belum bisa menjadi bisa.

Ada satu hal yang menarik dari aduan yang diutarakan oleh orangtua siswa. Sebut saja namanya Bu Rosa. Bu Rosa memiliki seorang putra bernama Bagas usia 15 tahun dan seorang putri bernama Bunga yang berusia 10 tahun. Saya adalah walikelas Bunga. Bu Rosa berlinang air mata ketika menanyakan perkembangan belajar anaknya Bunga. Saya katakan bahwa Bunga mengalami perkembangan pesat dalam belajarnya. Melihat Bu Rosa tak tahan menahan airmatanya, saya bertanya kepadanya apakah ada suatu hal yang menjadi masalah dalam keluarga sehingga mempengaruhi belajar anaknya di sekolah?. Bu Rosa menceritakan dengan terisak-isak bahwa sekarang perhatian Sang Ayah kurang kepada anak-anaknya. Bahkan bisa dikatakan tidak ada perhatian sama sekali karena komunikasi tidak terjalin kurang lebih selama satu tahun. Sang ayah kini bekerja di perkebunan sawit di Bangka Belitung. Anak pertama yang kini duduk di bangku SMA sering mendapat teguran dari gurunya. Bu Rosa tak tahu harus bagaimana karena kelemahannya sebagai orangtua “tunggal” merasa tak mampu menghadapi kenyataan ini. Status cerai tidak tetapi kalau dikatakan utuh tidak ada komunikasi sama sekali. Ada sebuah haru ketika anak keduanya mendapat prestasi yang gemilang dengan meraih peringkat pertama di kelas. Takut jika kondisi keluarga akan mempengaruhi kondisi kejiwaan dan perkembangan anak. Takut jika prestasi yang didapatkan sang anak menurun akibat kondisi keluarga.

Jika anda pada posisi sang anak apa yang anda lakukan?

Jika anda pada posisi ibunya apa yang dapat anda lakukan demi keutuhan keluarga serta perkembangan anak sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang mempesona?

Jika anda pada posisi sang ayah, bagaimana anda mempertanggung jawabkannya?

By estu pitarto Posted in CURHAT

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s